Jumat, 21 September 2012

Differences In Islamic And Conventional Business Processes


Rising interest rates and falling currency values​​, often experienced by developing countries. This course will continue to spur the crisis, the impact of development growth will be hard pressed to take place in the State concerned. This is the evidence that the economy is very fragile hold of a conventional system and the crisis did not bring benefit (goodness) for the people.

R
endahnya nilai dan moral dalam dunia bisnis menjadi salah satu problematika yang serius yang dapat membahayakan setiap transaksi bisnis yang dilakukan para pebisnis. Rendahnya nilai dan moral, akan mempengaruhi hilangnya system kepercayaan, serta menimbulkan ketidak jujuran dan persengkongkolan yang tidak baik yang berpengaruh besar terhadap kelancaran suatu proses bisnis 

Naiknya suku bunga dan merosotnya nilai mata uang, sering kali dialami oleh Negara berkembang. Hal ini tentunya akan terus memacu krisis, dampaknya pertumbuhan pembangunan akan sulit sekali terjadi di Negara bersangkutan. Inilah yang menjadi bukti, bahwa ekonomi yang menggandalkan system konvensional sangat rentan krisis dan tidak membawa kemaslahatan (kebaikan) bagi umat.

Kondisi diatas sangat bebeda sekali dengan system ekonomi islam. Inilah yang akan menjadi pembahasan kali ini, akan akan membandingkan  tentang perbedaan proses bisnis syariah dan proses bisnis konvensional yang menyebabkan bisnis syariah memiliki profit yang lebih baik daripada proses bisnis yang selama ini dijalankan.

Islam adalah sebuah agama yang komprehesif yang dan merupakan jalan hidup yang sempurna. Islam mengatur setiap persoalan dengan asas agama (religiusitas).
Berikut ini table tentang perbedaaan yang mendasari perbedaan prosess bisnis syariah dan konvensional.

No.
Proses Bisnis Syariah
No.
Proses Bisnis Konvensional
1.
Kegiatan Ekonomi diorientasikan untuk kebahagiaan dunia dan akhirat
1.
Motovasi dalam kegiatan berbisnis didasari oleh keinginan dunia tanpa memperhatikan akhirat
2.
Memiliki Pemahaman Terhadap Bisnis yang Halal dan Haram(Modal, Proses,dll)

2.
Tidak Memiliki Pemahaman Terhadap Bisnis Yang Halal dan Haram (Modal,Proses,dll)

3.
 Benar secara Syar'i dalam Implementasi
3.
Proses pemasaran bisnis konvensional menghalalkan segala cara
4.
Proses Bisnis Syariah selalu didahului akad/perjanjian
4.
Proses Konvensional Tidak Selalu didahului akad/perjanjian dalam pelaksanaanya

Sistem ekonomi islam, yang didasarkan pada nilai-nilai dan pandangan dunia islami adalah salah satu entitas dari keseluruhan system ekonomi yang ada. System ekonomi islam lebih bercirikan ethnic, dimana dalam system ekonomi seperti ini, seluruh aktivitas ekonomi berkaitan dengan perwujudan aspek-aspek nili etnis tersebut, juga ketika dihadapkan dengan tantangan –tantangan ekonomi. Islam memandang persoalan ekonomi tidak dari perspektif kapitalis, yang memberikan kebebasan dan hak kepemilikan tak terbatas pada setiap individu serta mendukung eksploitasi seseorang.


Referensi :
1.      Jusmaliani,dkk.2008. Bisnis Berbasis Syariah.Jakarta.Bumi Aksara
2.      Shahatah,Hussein dan Siddiq Muhammad al-amin adh-Dharir.2005.Transaksi dan Etika Bisnis dalam Islam.Jakarta.Visi Insani Publishing
3.      Penulis Anne Ahira http://www.anneahira.com/perbedaan-ekonomi-syariah-dan-ekonomi-konvensional.htm

Sabtu, 15 September 2012

Why Business Processes...???


Berbicara tentang suatu kegiatan pasti semua itu membutuhkan sebuah alur yang panjang yang harus dilewati satu demi satu atau yang biasa kita sebut Proses. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) proses adalah rangkaian tindakan, pembuatan, atau pengolahan yg menghasilkan produk;
sedangkan bisnis sendiri memiliki arti usaha komersial dl dunia perdagangan; bidang usaha; usaha dagang.
Jika menggabungkan pengertian diatas maka proses bisnis dapat kita artikan sebagai rangkaian tindakan,perbuatan dalam usaha komersial didunia perdagangan untuk menghasilkan sebuah produk.
Namun definisi proses bisnis tidak hanya terpaku pada pengertian diatas banyak para ahli manajemen yang mempunyai pandangan yang berbeda. Berikut ini akan dijabarkan mengenai karakteristik umum yang harus di miliki oleh proses bisnis (sumber :Wikipedia)


  1. Definitif: Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, masukan, serta keluaran yang jelas.
  2. Urutan: Suatu proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang.
  3. Pelanggan: Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses.
  4. Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima.
  5. Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi.
  6. Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus,mencakup beberapa fungsi.
Proses bisnis perusahhan membantu untuk memfasilitasi pemahaman tentang bagaimana bisnis perusahaan bekerja. Secara formal mendokumentasikan bisnis dalam organisasi yang menyebabkan percakapan menarik tentangbagaimana sesuatu harus benar-benar bekerja dan akhirnya, untuk pemahaman bersamama yang menjelaskan kondisi perusahaan dan bagaimana sumber daya manusia dalam suatu perusahaan menjalankan pekerjaannya (sumber : konsultanseojakarta)
Berdasarkan uaraian diatas maka dapat di tarik kesimpulan bahwa proses bisnis dalam sebuah perusahaan memiliki peran yang penting, karena dengan proses yang baik dan terencana akan menghasilkan produk yang baika dan terencana pula.